Terindah

Saat terindah adalah kala kau memahami perasaan dan resahku

Mengerti apa apa yang kumau dan makna dibalik polah ku

Saat melepas pulang adalah saat terpilu

Meski kau tinggalkan hatimu disini

Dan disini aku harus merela. Lagi…

Terima kasih hadirmu sebagai jawaban

Advertisements

Sama Tapi Beda

~

Makanannya sama, tempat makannya juga sama.
Martabak masih gitu juga rasanya,

Bakmi F dengan tambahan racikan sendiri atau tanpa racikan, enggak merubah `taste`

Soto khas jakarta itu masih konsisten dengan cita rasanya, sama saja
Kali ini berdua, bukan tiga atau berjamaah

Tapi yang beda..
Ditemani atau sendiri
Jadi ngaruh ke rasa

‘bukan makanannya tapi dengan siapa makannya’
Guyon tapi bener dan berbalik ke diri sendiri.

Padahal sudah sangat terbiasa dicuekin tapi kalo menyangkut makan bersama, ada senyum mengundang.

Mengapa selalu tembus rasa hati kala hatinya menyapa rindu..

Tapi pula mengapa harus selalu ada kebekuan

Mengabaikan aku yang terdiam bahkan terlempar?

Haruskan terjawab dalam duga yang perih………

Lelaki selayaknya!

..

Kunikmati cintamu dalam keresahan..
Tiada mampuku melawan rasa
Tiada pula mampu ku raih

Wahai kamu yang baik…
Usah takut lara
Usah gelisah karena tak tergenggam.
Bahagiakan lah dengan yang telah kau punya

Bahagiakan pula hatimu dengan cinta yang merelakan…
cukup bagiku kunikmati indahnya ketulusanmu

Usah kau takut Lara